Allah SWT bersumpah dalam Al-Quran tentang kemulian dan keagumgam sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah,"Demi fajar,Dan malam yang sepuluh, Dan yang genap dan yang ganjil. (Q.S. Al-Fajr : 1-3 ).
Para ahli tafsir (mufasiruun) semisal Ibnu Abbas,Mujahied dan Ibnu katsir berpendapat bahwa sepuluh malam pertama dari bulan dzulhijjah,di mulai dari tanggal 1-9 Dzulhijjah.Bahkan Ibnu Abbas menambahkan bahwa sepuluh hari dari empat puluh hari yang ALLAH janjikan kepada Musa as adalah sepuluh hari awal dzulhijjah,ALLAH SWT berfirman : "Dan telah kami janjikan kepada musa as (memberikan taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam,dan kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi),.."(Q.S. AL-’Araf 7:142)
Dan Rosululloh saw pernah bersabda,"tidak ada hari-hari yang amalan soleh padanya lebih di cintai di sisi Allah swt kecuali hari-hari ini (yaitu"Al ’asyuru" sepuluh hari awal dzulhijjah ),para sahabat bertanya tidak juga jihad fi sabilillah?Dan Rosululloh menjawab : dan tidak juga jihad fi sabilillah,kecuali seseorang itu keluar dengan harta dan jiwanya lalu ia syahid fi sabilillah." (HR.Bukhori).Sahabat Anas bin malik pernah berkata "Bahwasanya sepuluh awal dzulhijjah bagi setiap harinya seperti seribu hari,dan hari arafah sebagai sepuluh ribu hari."Maka Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Atsqalani dalam kitab shohih Bukhori mengatakan,"Bahwa jelaslah sebab keistimewaan sepuluh awal bulan dzulhijjah adalah tempatnya dikumpulkan ibadah-ibadah yang utama seperti : sholat,puasa,sodaqoh dan haji yang tidak terdapat pada bulan lain."
Dan Ibnul Qoyyim rahimatullah juga mengatakan,"ini menunjukan bahwa sepuluh malam terakhir dari bulan ramadhan menjadi lebih utama karena adanya Lailatul Qadr dan Lailatul Qadr ini merupakn bagian dari waktu-waktu malamnya,sedangkan sepuluh hari (pertama Dzulhijjah) menjadi lebih utama karena hari-harinya (siangnya) , karena terdapat Yaumun Nahr (hari berqurban),dan hari arafah dan hari tarwiyah (hari ke delapan dzulhijjah).(Zadul Maa’ad)
Amalan-amalan yang di anjurkan di sepuluh awal dzulhijjah:
1.Sholat
2.Shaum (Puasa)
3.Perbanyak Dzikir dan tilawah Al-Quran
seorang mu’min yang selalu membaca dan mengamalkan Al Quran ia ibarat pohon "utrujah" wangi semerbak dan manis rasanya, Mu’min yang mengamalkan dan jarang menbaca ia seperti pohon kurma manis rasanya tetapi tidak ada bau harum semerbak..
Di sadur oleh Ummu Nizar
dari mimbar jumat lampu iman edisi 33/tahun I/dzulhijjah 1431H